Inilah tugas biologi ku di sekolah...
Smoga dapat membantu ^__^
Kanker Paru - Paru
Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru.[1] Patogenesis kanker paru belum benar-benar dipahami. Sepertinya sel mukosal bronkial mengalami perubahan metaplastik sebagai respon terhadap paparan kronis dari partikel yang terhirup dan melukai paru. Sebagai respon dari luka selular, proses reaksi dan radang akan berevolusi. Sel basal mukosal akan mengalami proliferasi dan terdiferensiasi menjadi sel goblet yang mensekresi mukus. Sepertinya aktivitas metaplastik terjadi akibat pergantian lapisan epitelium kolumnar dengan epitelium skuamus, yang disertai dengan atipia selular dan peningkatan aktivitas mitotik yang berkembang menjadi displasia mukosal. Rentang waktu proses ini belum dapat dipastikan, hanya diperkirakan kurang lebih antara 10 hingga 20 tahun.
Asal-usul sel penyebab kanker paru masih belum dapat dijelaskan. Selama ini berkembang dua buah teori,
- Teori pleuripotential cell oleh Auerbach, yang menjelaskan penyimpangan yang terjadi pada proses diferensiasi sel punca menjadi sel-sel lain.
- Teori sel kecil oleh Yesner, yang menjelaskan neoplasma sel kecil yang mengalami transformasi dan berevolusi menjadi sel kanker
Jenis kanker paru-paru
Lebih dari 90% kanker paru berawal dari bronkus, hingga kanker ini disebut karsinoma bronkogenik, yang terdiri dari:
- Karsinoma sel skuamus
- Karsinoma sel kecil
- Karsinoma sel besar
- Adenokarsinoma paru
Karsinoma sel alveolar berasal dari alveoli di dalam paru-paru. Kanker ini bisa merupakan pertumbuhan tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru.
Tumor paru-paru yang lebih jarang terjadi adalah:
- Adenoma (bisa ganas atau jinak)
- Hamartoma kondromatous (jinak)
- Sarkoma (ganas)
Limfoma merupakan kanker dari sistem getah bening, yang bisa berasal dari paru-paru atau merupakan penyebaran dari organ lain. Banyak kanker yang berasal dari tempat lain menyebar ke paru-paru. Biasanya kanker ini berasal dari payudara, usus besar, prostat, ginjal, tiroid, lambung, leher rahim, rektum, buah zakar, tulang dan kulit.
Karsinoma sel skuamus
Disebut squamous cell carcinoma dalam bahasa Inggris atau SCC, jenis kanker ini biasa terjadi di dalam saluran bronkus utama. Umumnya terjadi perkembangan keratin dan mutiara keratin.
Adenokarsinoma paru
Adenokarsinoma paru tercatat terjadi sekitar 30%- 45% dan nampaknya akan terus mengalami peningkatan. Kasus adenokarsinoma paru biasanya terjadi pada organ paru dan lebih sering terjadi pada wanita daripada pada pria, dengan kecenderungan metastasis pada area awal di sekitar nodus limfa dan otak. Penderita adenokarsinoma paru biasanya memiliki riwayat penyakit paru interstitial kronis, seperti skleroderma, penyakit reumatoid, sarkoidosis, pneumonitis interstitial, tuberkolosis, infeksi paru berulang atau penyakit paru yang disertai nekrosis. Hal ini menyebabkan adenokarsinoma sering disebut scar carcinoma.
Adenokarsinoma bronkioalveolar Sebuah subtipe adenokarsinoma paru dengan tingkat kejadian sekitar 2% - 4% dari total kejadian kanker paru, sering dikaitkan dengan beberapa penyakit paru yang berakibat pada fibrosis paru, seperti pneumonia, fibrosis paru idiopatik, granulomata, asbestosis, alveolitis dengan fibrosis, skleroderma, dan penyakit Hodgkin. Tempat terjadinya kanker ini masih menjadi perdebatan, namun kemungkinan telah diperkecil antara populasi sel Clara atau pneumosit tipe II yang merambat sepanjang alveolar septa.
Karsinoma sel besar
Kanker ini memiliki tingkat kejadian sekitar 9%. Tumor memiliki ciri sel berukuran besar dengan inti sel yang besar. Belum ditemukan diferensiasi grandular atau skuamus.
Penyebab utama
Merokok merupakan penyebab utama dari sekitar 90% kasus kanker paru-paru pada pria dan sekitar 70% pada wanita. Semakin banyak rokok yang dihisap, semakin besar risiko untuk menderita kanker paru-paru.
Hanya sebagian kecil kanker paru-paru (sekitar 10%-15% pada pria dan 5% pada wanita) yang disebabkan oleh zat yang ditemui atau terhirup di tempat bekerja. Bekerja dengan asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.
Peranan polusi udara sebagai penyebab kanker paru-paru masih belum jelas. Beberapa kasus terjadi karena adanya pemaparan oleh gas radon di rumah tangga.
Kadang kanker paru (terutama adenokarsinoma dan karsinoma sel alveolar) terjadi pada orang yang paru-parunya telah memiliki jaringan parut karena penyakit paru-paru lainnya, seperti tuberkulosis dan fibrosis.
Gejala kanker paru
Gejala paling umum yang ditemui pada penderita kanker paru adalah:
- Batuk yang terus menerus atau menjadi hebat.
- Dahak berdarah, berubah warna dan makin banyak.
- Napas sesak dan pendek-pendek.
- Sakit kepala, nyeri atau retak tulang dengan sebab yang tidak jelas.
- Kelelahan kronis
- Kehilangan selara makan atau turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
- Suara serak/parau.
- Pembengkakan di wajah atau leher.
Gejala pada kanker paru umumnya tidak terlalu kentara, sehingga kebanyakan penderita kanker paru yang mencari bantuan medis telah berada dalam stadium lanjut. Kasusk-kasus stadium dini/ awal sering ditemukan tanpa sengaja ketika seseorang melakukan pemeriksaan kesehatan rutin.
Pengobatan
Beberapa prosedur yang dapat memudahkan diagnosa kanker paru antara lain adalah foto X-Ray, CT Scan Toraks, Biopsi Jarum Halus, Bronkoskopi, dan USG Abdomen.
Pengobatan kanker paru dapat dilakukan dengan cara-cara seperti
- Pembedahan dengan membuang satu bagain dari paru - kadang melebihi dari tempat ditemukannya tumor dan membuang semua kelenjar getah bening yang terkena kanker.
- Radioterapi atau radiasi dengan sinar-X berintensitas tinggi untuk membunuh sel kanker.
- Kemoterapi
- Meminum obat oral dengan efek samping tertentu yang bertujuan untuk memperpanjang harapan hidup penderita.
Pencegahan
1. Pentingnya zat pencegah kanker pada sayuran & buah
Sayuran tidak hanya tinggi serat dan rendah lemak, tetapi juga banyak
mengandung zat pencegah kanker. Karotenoid, pigmen yang memberi warna
gelap pada buah dan sayuran hijau misalnya, terbukti bisa membantu
mencegah kanker.
Betakaroten yang terdapat dalam sayuran berwarna hijau tua dan jingga
membantu mencegah kanker paru-paru, kanker ginjal, kanker mulut,
kanker kerongkongan (esophagus), kanker pangkal tenggorok (larynx),
dan kanker payudara.
Sayuran seperti kol, brokoli, kale, kembang kol, dan brussel
sprout mengandung flavonoid dan indole yang juga bersifat antikanker.
Sedangkan kandungan vitamin C di dalam buah-buahan dan beberapa
sayuran juga bisa menurunkan risiko kanker kerongkongan dan kanker
perut.
Vitamin C berlaku sebagai antioksidan yang menetralkan bahan kimia
penyebab kanker yang terbentuk di dalam tubuh. Mineral
selenium yang ditemukan pada kelompok padi-padian juga memiliki efek
antioksidan seperti halnya vitamin C dan vitamin E.
Untuk mencegah kanker, tingkatkan konsumsi sayuran dan buah-buahan.
Usahakan mengkonsumsi sayuran dan buah minumal 5 porsi setiap hari.
2. Tingkatkan konsumsi makanan berserat
Makanan kaya serat juga membantu mencegah kanker payudara, karena
serat bisa mengikat hormon estrogen dan membantu mengeluarkannya dari
dalam tubuh. Dengan demikian, estrogen tidak kembali ke aliran darah,
sehingga tidak menyebabkan peningkatan kadar estrogen di dalam tubuh.
Kadar estrogen yang tinggi di dalam tubuh bisa meningkatkan risiko
kanker payudara.
Serat banyak terdapat pada sayuran, buah-buahan, polong-polongan,
kacang-kacangan (kacang hijau, kacang merah, kedelai, tempe), lentil,
dan makanan pokok seprti beras serta gandum yang diproses minimal
(whole grain).
Banyaknya konsumsi serat yang dianjurkan adalah antara 20 dan 30 g
setiap hari. Serat sebaiknya bersumber dari makanan, bukan dari
suplemen.
3. Turunkan konsumsi lemak
Demi menurunkan risiko, institut Kanker Nasional AS menyarankan kita
untuk membatasi konsumsi lemak hingga 30 persen saja. Tetapi menurut
penelitian, untuk mendapatkan efek antikanker, sebaiknya usahakan
mengkonsumsi lemak kurang dari 30 persen, untuk amannya kira-kira 10-
15 persen saja.
4. Hindari alkohol
Meminum minuman berlakohol secara berlebihan bisa meningkatkan risiko
kanker payudara, kanker mulut, kanker faring (phrynx, saluran antara
rongga hidung, rongga mulut, dan kerongkongan), dan kanker
kerongkongan (esophagus). Apa lagi jika ditambah dengan kebiasaan
merokok, bisa juga meningkatkan risiko kanker perut, kanker hati, dan
kanker usus besar (kolon).
5. Hindari terlalu sering memasak makanan pada suhu tinggi
Memasak makanan seperti daging atau ikan dengan cara digoreng dengan
panas tinggi bisa memunculkan zat-zat yang bersifat karsinogenik
(menimbulkan kanker). Daging yang dibakar, dipanggang, diasap, atau
diberi bahan pengawet nitrit juga bisa membentuk zat karsinogen. Jadi,
lebih aman memasak dalam suhu yang lebih rendah misalnya dikukus,
direbus atau dimasak sekejap.
6. Batasi camilan lezat tapi tidak sehat
Terkadang kita tergoda mengkonsumsi camilan yang rasanya lezat namun
tidak sehat seperti cake, permen, serta aneka dessert yang umumnya
terbuat dari lemak jenuh. Jika sulit menghindar, makanlah dalam porsi
kecil sambil tingkatkan konsumsi makanan yang sehat.
7. Kurangi mengkonsumsi keripik kentang dan kentang goreng
Menurut penelitian, makanan kaya karbohidrat seperti kentang yang
digoreng, akan merangsang terbentuknya senyawa pemicu kanker bernama
akrilamida. Senyawa karsinoganik pada keripik kentang atau kentang
goreng ini jauh lebih banyak dibandingkan akrilamida yang terdapat
pada makanan gorengan lain seperti daging, ikan dan roti goreng.
http://groups.yahoo.com/group/lingkungan/message/21685
http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_paru-paru




